10 Contoh Soal PPPK Sekolah Rakyat dan Pembahasannya Tahun 2025
Soal 1
Konsep utama dalam Sekolah Kerakyatan adalah pendidikan harus:
A. Menciptakan lulusan yang berorientasi pada pasar kerja
B. Mengembangkan siswa dengan kurikulum yang terpusat di pemerintah
C. Menjadi proses pemberdayaan rakyat melalui pendidikan
D. Menentukan standar kelulusan secara nasional
E. Menyediakan fasilitas digital lengkap
Jawaban: C
Pembahasan:
Sekolah Kerakyatan membawa gagasan bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi pemberdayaan masyarakat. Fokusnya adalah partisipasi, kemandirian, dan perubahan sosial melalui pendidikan.
Soal 2
Seorang guru di Sekolah Kerakyatan diharapkan berperan sebagai:
A. Sumber pengetahuan utama di kelas
B. Fasilitator pembelajaran dan penggerak rakyat
C. Pemegang otoritas penuh atas kelas
D. Pelaksana administrasi pendidikan
E. Pengikut kebijakan sekolah
Jawaban: B
Pembahasan:
Guru harus menjadi fasilitator dan penggerak agar siswa aktif. Guru bukan sekadar pemberi materi, tetapi agen perubahan, mendorong pengetahuan lahir dari realitas masyarakat.
Soal 3
Pembelajaran berbasis masyarakat (Community-Based Education) mengedepankan:
A. Kegiatan belajar dalam ruang kelas
B. Kerangka pikir guru sebagai model tunggal
C. Pengalaman belajar dari lingkungan sosial
D. Materi ujian sebagai fokus pembelajaran
E. Kompetisi akademik antar siswa
Jawaban: C
Pembahasan:
Community-Based Education memanfaatkan lingkungan sosial dan pengalaman nyata sebagai sumber belajar utama agar siswa punya keterampilan kontekstual.
Soal 4
Contoh implementasi Sekolah Kerakyatan dalam pembelajaran IPA adalah:
A. Menggunakan buku panduan nasional sebagai satu-satunya sumber
B. Menganalisis fenomena alam sekitar desa
C. Menghafal rumus dan teori tanpa praktik
D. Melakukan ujian tertulis setiap minggu
E. Membandingkan nilai antar sekolah
Jawaban: B
Pembahasan:
Prinsip Sekolah Kerakyatan adalah belajar dari realitas lokal. Fenomena alam di sekitar menjadi sumber data dan analisis.
Soal 5
Pembelajaran aktif yang dianut Sekolah Kerakyatan menekankan:
A. Siswa pasif menerima informasi
B. Guru dominan dalam menentukan topik
C. Proses dialogis dan pengalaman langsung
D. Penyeragaman cara berpikir
E. Penilaian hanya melalui ujian akhir
Jawaban: C
Pembahasan:
Landasan utama adalah pendidikan dialogis (Freire) dan pengalaman langsung (experiential learning).
Soal 6
Pendekatan Sekolah Kerakyatan sejalan dengan gagasan pendidikan dari tokoh:
A. John Locke
B. Paulo Freire
C. B.F. Skinner
D. Max Weber
E. Jean Piaget
Jawaban: B
Pembahasan:
Konsep pendidikan pembebasan dan dialogis dari Freire sangat relevan dengan konsep Sekolah Kerakyatan.
Soal 7
Dalam evaluasi pembelajaran Sekolah Kerakyatan, yang paling penting diperhatikan adalah:
A. Nilai akhir dan peringkat
B. Kepatuhan terhadap buku paket
C. Perubahan sikap, pengetahuan, dan kemandirian siswa
D. Jumlah materi yang diselesaikan
E. Kompetisi antar wilayah
Jawaban: C
Pembahasan:
Tujuan pendidikan adalah transformasi dan pemberdayaan, bukan sekadar nilai ujian.
Soal 8
Sumber belajar yang paling sesuai untuk konsep Sekolah Kerakyatan adalah:
A. Modul digital nasional
B. Lingkungan sosial, budaya, dan lokal
C. Materi pelajaran internasional
D. Soal-soal ujian nasional
E. Laporan penelitian asing
Jawaban: B
Pembahasan:
Sekolah Kerakyatan berbasis pada konteks rakyat, sehingga sumber belajar terdekat adalah budaya dan lingkungan lokal.
Soal 9
Apa dampak penerapan Sekolah Kerakyatan dalam pengembangan masyarakat?
A. Meningkatkan angka kompetisi kerja
B. Membentuk masyarakat konsumen
C. Mendorong kemandirian sosial dan ekonomi
D. Memperlemah budaya lokal
E. Menghasilkan lulusan yang seragam
Jawaban: C
Pembahasan:
Pendidikan memberdayakan masyarakat sehingga mereka mandiri secara sosial, ekonomi, dan budaya.
Soal 10
Pembelajaran kolaboratif pada Sekolah Kerakyatan bertujuan:
A. Menentukan siswa terbaik
B. Melatih kompetisi antar siswa
C. Mengembangkan solidaritas dan gotong-royong
D. Menghindari kerja kelompok
E. Mempercepat ujian akhir
Jawaban: C
Pembahasan:
Sekolah Kerakyatan menumbuhkan kerja kolektif, gotong-royong, dan solidaritas. Belajar bukan ajang kompetisi individual, tapi pembangunan bersama.
Post a Comment